For Information : 0813 8252 7228

No telp "0813 6922 0216" / "0877 1216 3785"

harga otr honda brio karawang


Honda Jazz versi murah. Itulah kesan pertama ketika kita mengendarai Honda Brio, mobil teranyar pabrikan asal Jepang itu. Bahkan, Direktur Marketing PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy sampai harus menegaskan jika Brio tidak akan mengambil pasar Honda Jazz.

"Pasar untuk Jazz tidak akan berkurang karena memang segmennya berbeda. Jazz untuk konsumen yang sudah mapan, sedangkan Brio untuk konsumen yang baru bisa membeli mobil tapi ingin sekelas Jazz," kata Jonfis di Bandung, beberapa waktu lalu.

PT HPM selaku ATPM Honda di Indonesia pun menggelar uji berkendara Brio untuk menguji kemampuan mobil tersebut. Tempo berkesempatan menjajal mobil yang baru saja diluncurkan pada 2 Agustus 2012 lalu.

Hasilnya, mobil yang mengusung mesin 1.300 cc 4 silinder SOHC i-VTEC pun mampu unjuk gigi. Rute Jakarta-Bandung sejauh 150 kilometer melalui Tol Cipularang mampu dilahap dengan nyaman. Konsumsi BBM cukup irit dengan rasio 1:16, apalagi melihat jalan yang dilalui cukup menguras tenaga dengan tanjakan yang cukup banyak.

Mesin Brio merupakan mesin Jazz yang dipasarkan di negara asalnya, Jepang. Hal itu membuat Brio di Indonesia paling komplit dibandingkan mobil sejenis di India dan Thailand. "Karena memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Jonfis.

Dengan mesin 1.300 cc atau yang terbesar di kelasnya, Brio mampu menyemburkan tenaga hingga 100 ps dengan torsi mencapai 126 Nm. Angka itu cukup membuat akselarasi mobil yang dibanderol paling murah seharga Rp 149 juta itu cukup responsif.

Mesin yang disematkan kepada Brio juga bisa dikatakan tahan banting. Uji berkendara yang diikuti 40 wartawan dari cetak maupun elektronik itu juga dilakukan dengan mencoba gaya drifting untuk mengetahui daya tahan mesin serta aerodinamika mobil. Hasilnya, drifting yang dilakukan dalam kecepatan 80 km/jam tidak membuat Brio terguling.

"Dikemudikan dalam kondisi seekstrem apapun Brio tidak akan terguling. Dan akselarai serta suspensinya juga luar biasa," kata pembalap nasional Alvin Bahar yang mengikuti uji berkendara Brio bersama pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto.

Dari segi keamanan, Brio juga tergolong paling komplit. Dual airbag disematkan ke dalam mobil untuk mencegah benturan pengendara dan penumpang depan saat terjadi tabrakan. Selain itu, standar keselamatan lainnya seperti Anti-lock Brake System juga menjadi standar Brio Indonesia.

"Segmen kami adalah anak muda, tapi kami juga mengincar segmen orang yang baru berkeluarga di mana mereka juga sangat mengutamakan faktor keselamatan," ujar Jonfis.

Secara umum Brio cukup nyaman dikendarai. Sistem rack and pinion serta electric power steering membuat setir kemudi mobil tidak goyan ketika dipacu hingga kecepatan 130 km/jam. Akselarasi pun menjadi semakin tidak terasa karena memang Brio merupakan versi kecil dari Jazz. Akselarasi, suspensi, serta handling yang dimiliki juga terasa sangat seirama dengan Jazz.

Brio menyematkan bantal peredam kejut pada kaca belakang mobil yang cukup besar itu. "Jadi kami pasang kaca luas agar daya pandang tidak terganggu, dilengkapi bantal peredam kejut agar saat terjadi tabrakan belakang kaca tidak berhamburan ke depan," ujar Jonfis.

Tantangan utama mobil kelas City Car adalah kenyamanan penumpang di dalam mobil kecil tersebut. Tapi Brio menjawab hal itu dengan baik, yakni kabin penumpang yang terluas di kelasnya sehingga kaki penumpang depan tidak berdempetan dengan dashboard. Sudut pandang lega melalui kaca depan yang luas turut membuat penumpang tidak terasa sedang menaiki mobil berukuran kecil.

Sayangnya, kelemahan City Car untuk memuat barang cukup banyak juga masih dialami Brio. Penumpang yang ingin bepergian jarak jauh mesti pintar-pintar menata letak barangnya karena minimnya tempat di bagasi Brio. Namun begitu, Brio sepertinya memang didesain untuk perjalanan dalam kota, menembus kemacetan, apalagi handling dan konsumsinya sangat baik.

Secara umum, Brio didesain untuk menjawab kebutuhan di kelas City Car tanpa mengurangi kemampuan mesin, faktor keselamatan, dan kenyamanan berkendara. Melihat ketiga faktor itu, rasanya tak salah Honda menargetkan angka 1.500 unit per bulannya. Angka itu jelas sangat jauh di atas Nissan March yang menjadi kompetitor utama Brio, di mana mobil yang masih memimpin segmen City Car itu berhasil menjual mobil sebanyak 588 unit setiap bulannya.

Brio hadir dalam dua varian, yaitu tipe S dn tipe E yang masing-masing tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis.
Brio juga hadir dalam lima pilihan warna, yaitu Putih, Hijau, Biru Tosca, Silver, serta Hitam. "Paling banyak peminatnya adalah Putih lalu Hijau," kata Jonfis.


(Tempo.co)